Dia, dia yang selalu ada di hatiku, di dalam setiap hela nafas dan detak jantungku. Dia yang tidak pernah bisa lepas dari fikiranku. Dia yang selalu memenuhi isi otakku hingga mungkin bisa dikatakan aku sudah tergila-gila padanya. Dia, my everything

Sebut saja namanya A. Inisial yang hampir mendekati. Dia lahir di bulan A juga. Dengan tanggal yang cukup rahasia, hehe *just for me*. Dia lahir di kota yang sama denganku, Pati Bumi Mina Tani-ku tercinta. Makanan favourite-nya adalah PECEL *nelen asbak*
Dia dan aku merupakan teman SMA. Aku mengenalnya sudah lama, sejak SMP. Meskipun kami tidak satu sekolah, tapi aku sering mendengar namanya dari teman-teman sekelasku. Dan ironisnya, aku pun masih saja tidak mengetahui apalagi mengenalnya. Tragis bukan?
Tapi kini berbeda, semenjak aku dan dia bermain dalam satu panggung, aku mengenalnya. Dan bahkan mulai dekat dan yah akhirnya apa yang disebut jatuh cinta pun menjadi bagian pengikat antara aku dan-nya. Tidak kusangka. Dan benar tidak pernah aku menyangkanya. Kita punya banyak sekali perbedaan yang mungkin dilihat orang tidaklah mungkin aku dan dia bersama.
First, aku dan dia punya postur tubuh yang berbeda jauh. Dia tinggi menjulang, dan aku hanyalah seorang gadis mungil dan imut *kata siapa?*
Dan tentunya masih banyak perbedaan lain yang entah aku sendiripun tidak menyadarinya. Tetapi bukankah fungsi perbedaan adalah saling melengkapi? Dan itu pula satu kunci utama yang kita pegang untuk selalu bersama ke depannya.
Aku dan dia memang duo pasangan yang khayal, aneh, nyebelin, rese, tapi yaa kenyataannya pun kita saling sayang. Kita punya rumus utama yang kita sebut sebagai SEHATI. Dan dengan rumus satu ini, aku dan dia yakin kalau perbedaan pasti dapat disatukan. Perbedaan tidak akan menjadi penghalang rasa sayangku ke dia dan begitupun sebaliknya.
Dia lah satu-satunya orang yang ada dihatiku. Entah berapa kali aku mengatakan ini padanya. Tapi setiap kali aku berkata kata yang sama, tak pernah berubah sedikitpun rasanya. Tubuhku merinding disko. Mungkin karena ini seperti sumpah serapah yang aku lontarkan.
Kita memang berharap yang terbaik. Dan disaat itulah aku semakin yakin, yang terbaik adalah dirinya.
You’re mu everything, yesterday, today, and forever. God bless us forever
39.059603
-76.477426