Siapa sih Pencipta Kata ‘Perpisahan’?

Sampai saat ini *jujur saja* entah miss Cuit yang belom tau alias ketinggalan jaman atau memang tidak pernah ada yang berhasil mengetahui siapa pencipta kata perpisahan. Bisa dikatakan pencipta kata yang satu ini banyak mendapat umpatan bahkan sumpah serapah dari banyak orang. Bahkan hampir setiap orang di dunia ini membenci apa yang disebut dengan perpisahan.

Kata perpisahan hadir karena adanya perjumpaan. Perjumpaan lahir karena adanya takdir Tuhan. Jadi, semua ini sudah ada yang menggariskan. Setiap perjumpaan pasti kelak akan menemui perpisahan. Tidak ada perjumpaan yang abadi. Kecuali kelak di dunia akhirat yang memang akan abadi.

Dalam proses antara perjumpaan dan perpisahan, tentunya kita memiliki banyak kenangan. Entah kenangan itu manis, pahit, asam, atau apa pun itu. Kenangan-kenangan itu tentu tidak dapat dipisahkan begitu saja. Kenangan yang pahit bukan berarti tidak baik. Ingatkah kalian tentang suatu perkataan ‘semua itu ada hikmahnya’? Tentu saja. Kenangan yang pahit tercipta bukan untuk menyakiti hati kita. Kenangan itu hadir untuk memberikan pelajaran kepada kita dengan harapan di masa mendatang kita tidak jatuh ke lubang yang sama. Meskipun kita akui saja, kita masih juga sering jatuh ke lubang yang sama berulang kali.

Perpisahan tentu menyedihkan. Air mata seringkali menetes setiap kali kita sedang menghadapinya. Terlebih jika perpisahan itu dengan orang-orang yang kita sayangi; teman, sahabat, orang tua, keluarga, kerabat, atau siapapun itu. Bahkan terkadang tayangan televisi yang menceritakan sebuah perpisahan dapat mengalirkan air mata kita, meskipun pada kenyataannya kita tidak ada hubungan apapun dengan mereka.

Apa perlu kita menangis saat menghadapi perpisahan? Kalau menurut pendapat miss Cuit pribadi, menangis itu perlu. Bahkan kalau bisa menangis lah sampai kita benar-benar bisa melepaskan emosional kita. Ya, meskipun begitu, jangan sampai tangisan, kesedihan, dan emosi itu mempengaruhi diri kita dan menggerakkannya untuk hal yang dapat membahayakan diri kita. Ingatlah, Tuhan itu Maha Adil. Tuhan itu selalu ada untuk hamba-Nya. Dan ikhlas merupakan jalan yang sangat bijaksana untuk kita dapat menyerahkan semua kepada Tuhan. Biar Tuhan yang mengatur segalanya.

Sesungguhnya semua indah pada waktunya. Tuhan tidak akan terlambat. Tuhan juga tidak akan terlalu cepat mengatur sesuatu. Percayalah… Karena jika kita percaya Tuhan, nikmat Tuhan akan senantiasa datang untuk kita.

May God bless us forever :)

About these ads

2 Komentar »

  1. “Karena jika kita percaya Tuhan, nikmat Tuhan akan senantiasa datang untuk kita.”

    setuju ;))


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: