Ketika Bumi Mulai Kepanasan

Pernah nggak kamu demam? Tubuh rasanya jadi adem panas dan suhu tubuh meningkat drastis. Mau ngapa-ngapain jadi nggak enak. Makan jadi pahit, jalan jadi sempoyongan, dan mandi jadi males.

Ini pula yang kini sedang dialami oleh bumi. Suhu rata-rata permukaan bumi mengalami peningkatan panas yang luar biasa. Di beberapa tempat, rasa panas ini begitu menyengat hingga menyebabkan beberapa spesies hewan mati. Dan nggak hanya itu, es dikutub pun mulai mencair dan membanjiri laut karena tak kuasa menahan gempuran panas. Kamu pun ikut merasakan panas itu kan? Coba kamu berkunjung atau tinggal di daerah perkotaan saat siang hari. Kira-kira akan kedinginan atau kepanasan?

TAPI BENARKAH KALO BUMI SEDANG DEMAM?

Bumi itu bukan manusia dan manusia itu bukan bumi. So, kalo manusia bisa demam maka bumi belum tentu bisa demam. Lalu bumi sakit apa? Bumi kepanasan bukan karena demam, tapi karena terjadi pemanasan globab sejak beberapa tahun lali. Istilah kerennya global warming.

BENCANA BERNAMA GLOBAL WARMING

Istilah global warming or pemanasan global mungkin nggak asing lagi bagi telinga kita. Bahkan ada orang yang pernah memfilmkannya dalam bentuk animasi. Tapi, bukan berarti setiap kita punya persamaan persepsi tentangnya lho. Artinya, setiap kita bisa jadi punya cara pandang yang berbeda dalam mendefinisikannya. Ada yang mendefinisikan kalo global warming itu proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan permukaan bumi (wikipedia.org). Ada juga yang bilang kalo global warming itu cuma semacam siklus alam yang menyebabkan panas bumi meningkat. Dan tentu ada pula yang lain. Yang jelas dan pasti, ini semua adalah ujian dari Allah.

Terlepas dari perdebatan tentang apa itu global warming, kita perlu tahu apa yang menjadi sumber penyebabnya. Bukan agar kita cuma sekedar tambah pintar, tapi agar kita juga semakin mendekatkan diri kepada Allah plus buat perbaikan. Tul nggak?

Kalo mau jujur, sebenarnya banyak sekali yang menyebabkan terjadi global warming. Dan kalo mau jujur lagi, banyak diantaranya karena ulah manusia. Nah lo! Sebut saja, efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini terjadi karena sinar matahari yang bersifat panas terpancar ke permukaan bumi terus terperangkap nggak bisa keluar oleh lapisan yang terdiri dari uap air, karbon dioksida, dan metana. Lalu darimanakah perangkap itu datang? Perangkap itu ternyata malah berasal dari planet Bumi. Tepatnya dari aktivitas industri, penebangan hutan, dan penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan.

Peternakan pun ternyata juga ikut andil dalam global warming. Menurut laporan PBB tentang peternakan dan lingkungan, industri peternakan menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Kira-kira sebesar 18%. Dan yang lebih menghebohkan, jumlahnya melebihi sumbangan polusi kendaraan di dunia. Ini terjadi karena peternakan lebih banyak menghasilkan polusi dalam proses pengolahan hingga penyajiannya dibandingkan penyumbangan polutan yang lain. Cara berpikir sederhana hanya begini. Peternakan pula yang menggunakan tenaga-tenaga mesin untuk pengolahan daging. Padahal mesin-mesin itu menggunakan bahan bakar fosil penyebab polutan gas rumah kaca. Dan, peternakanlah yang menjadi sebab keluarnya polutan dari cerobong asap rumah-rumah untuk memasaknya.

Tentu efek rumah kaca dan peternakan hanya menjadi wakil dari penyebab global warming yang lain. Pada kenyataannya, ada beberapa hal lain lagi yang menyebabkan terjadinya global warming. Dan lagi-lagi, manusialah yang bikin kerusakan di muka bumi.

GLOBAL WARMING MENGAMUK

Kalo global warming merajalela maka manusia dan kehidupan alamlah yang akhirnya kelabakan, Nggak hanya satu aspek, tapi banyak aspek kehidupan terganggu oleh kehadiran global warming. Dari segi kesehatan, global warming telah menyebabkan siklus inkubasi virus penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di tubuh nyamuk Aedes Aegypti menjadi lebih pendek. So, yang terkena demam berdarah pun jadi tambah banyak.

Keseimbangan ekologi juga terganggu oleh global warming, Terumbu karang yang dulu jadi primadona, bisa jadi akan musnah dari peradaban bumi. Para pelaut pun akan semakin kesusahan mengambil ikan dan aneka kekayaan laut lainnya. Pasalnya, terumbu karang dan beberapa kekayaan laut tak kuasa menahan serangan keasaman laut yang disebabkan tingginya kadar karbon dioksida di atmosfir.

At least, global warming memang bukan masalah yang sepele. Tapi, jika kita mau jujur maka itu semua adalah peringatan dari Allah agar manusia kembali kepada jalan yang benar. Sangat mungkin Allah memberi bencana yang lebih dahsyat jika manusia semakin ingkar. So, let’s go green and back to the right way🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: