7 Cara Efektif Mencegah Stroke

Stroke ringan kebanyakan hanya berlangsung kurang dari 24 jam. Setelah itu pasien akan membaik dan kembali normal seperti sediakala. Hal inilah yang menyebabkan muncul istilah mini stroke atau stroke ringan pada masyarakat awam. Bila stroke berlanjut dalam 24 jam atau lebih maka dikategorikan sebagai stroke berat.

PERHATIKAN GEJALANYA

Gejala stroke ringan, menurut Dr.Jimmy Barus, mirip dengan stroke biasa. Berikut beberapa gejala stroke ringan, tergantung bagian mana dari sistem peredaran darah di otak yang terganggu:

  • Gangguan penglihatan di salah satu atau kedua mata, termasuk penglihatan ganda dan tiba-tiba tidak bisa melihat
  • Separuh badan kesemutan
  • Pusing, bingung dan lemah
  • Kesulitan berbicara
  • Tidak dapat berjalan
  • Kehilangan ingatan atau kesadaran secara tiba-tiba
  • Kesulitan koordinasi tangan dan lengan
  • Lemah dan lumpuh di salah satu tubuh
Munculnya gejala itu biasanya tergantung otak bagian mana yang mengalami gangguan. Misalnya saja jika yang terganggu otak bagian kiri maka mungkin pendengarannya yang akan terganggu.
PAHAMI FAKTOR RISIKO
Munculnya stroke ringan tak lepas dari faktor risiko. Orang-orang yang mempunyai faktor risiko lebih mudah terkena penyakit ini. Faktor risiko stroke ringan dibagi dua, yakni faktor yang masih bisa dan tidak bisa diintervensi.
Faktor risiko yang masih bisa diintervensi adakah penyakit darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan jantung. Faktor itu masih bisa dikoreksi jika selalu terkontrol dengan baik. Faktor risiko lain seperti merokok, sering stres dan obat-obatan terlarang.
Sedangkan faktor risiko yang tidak bisa diintervensi ialah faktor usia. Semakin tinggi usia seseorang maka akan semakin besar risiko untuk terkena stroke. Stroke memang biasanya diderita oleh seseorang yang berusia 40 tahun ke atas. Hal ini dikarenakan semakin tua usia seseorang maka kekuatan pembuluh darahnya semakin menurun. Keadaan itu memudahkan terjadinya gangguan. Namun akibat perubahan pola hidup akhir-akhir ini banyak ditemui stroke ringan atau berat berusia muda, kurang dari 40 tahun.
MENYERANG KAPAN 
Stroke ringan bisa menyerang kapan saja, baik orang sedang istirahat atau beraktivitas. Namun berdasarkan data yang ada, gangguan ini lebih banyak menyerang orang yang sedang istirahat.
Stroke ringan tidak menimbulkan kecacatan otak permanen. Bila aliran darah di otak kembali normal maka gejala-gejala akan hilang. Meski gejala akan hilang sendiri dan tidak menimbulkan kecacatan, penderita harus waspada. Stroke ringan merupakan peringatan bagi seseorang yang kemungkinan terjadinya stroke berat.
Kapan seseorang akan terkena stroke ringan belum bisa terdeteksi sampai sekarang. Yang bisa dipastikan jika seseorang pernah mengalami maka risiko untuk terkena lagi sangat besar.
Apabila memiliki gejala-gejala seperti di atas sebaiknya segera periksa dokter. Jika diketahui pasien mempunyai faktor risiko maka dokter akan melakukan beberapa program mobilisasi pasien. Hal pertama yang dilakukan adalah mengendalikan faktor risiko. Bila pasien menderita kencing manis misalnya, maka gula darah diupayakan selalu terkontrol. Selanjutnya pasien akan dimonitor perkembangan kesehatannya.
KENDALIKAN FAKTOR RISIKO
Stroke bisa dicegah dengan cara mengendalikan faktor risiko. Misalnya saja jika seseorang sudah tau dia mempunyai riwayat darah tinggi, maka sejak awal harus mengupayakan tekanan darahnya terkontrol dengan baik. Hal itu bisa dilakukan dengan cara rutin kontrol dokter dan minum obat. Selain itu juga hindari rokok, alkohol, stres dan mengurangi makanan tinggi kolesterol. Perlu olahraga teratur dan terukur serta banyak makan sayur, buah-buahan, dan istirahat cukup.
MENCEGAH STROKE
  • Bagi penderita tekanan darah tinggi, periksa secaara rutin agar tekanan darah selalu terkontrol. Demikian juga bila menderita penyakit kencing manis. Riset menunjukkan tekanan darah atau gula darah yang terkontrol dapat mengurangi 40% risiko stroke.
  • Hindari stres. Sering stres dapat memicu munculnya stroke.
  • Tidak merokok. Hasil studi memperlihatkan bahwa tidak merokok mengurangi risiko stroke sampai 33%.
  • Riset menunjukkan orang yang rutin melakukan olahraga pada usia antara 25-40 tahun, risiko terserang stroke berkurang 57%.
  • Jauhi alkohol. Alkohol bila dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan stroke.
  • Kurangi makanan berlemak sebab makanan jenis itu banyak mengandung kolesterol. Kolesterol akan menyebabkan aterosklerosis (kekakuan dalam sumbatan pembuluh darah) sehingga memudahkan serangan stroke.
  • Konsumsi sayur-sayuran berwarna hijau dan buah-buahan setiap hari sangat baik bagi tubuh dan bisa mencegah terjadinya stroke.

4 Komentar »

  1. Kunjungan.. linknya sudah terpasang diblog saya Sist,,🙂
    infonya sangat membantu, saya jadi teringat sahabat saya yang terkena stroke ringan padahal umurnya masih sangat muda,,

    • Cheat Chuit Said:

      Wahh, alhamdulillah kalo bisa membantu🙂
      makasih link.nya yakk :))

      • No problem.. Kalau bisa Link saya juga bisa terpasang disini🙂
        makasih yaa…

      • Cheat Chuit Said:

        sudah terpasang dengan baik kan?🙂


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: